BUMN Dorong Peningkatan Pembiayaan untuk UMKM
Jakarta - Menteri
Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengatakan perusahaan-perusahaan pelat
merah mendorong peningkatan pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM).
"BUMN tetap fokus pada aspek pembiayaan dan pendampingan dan
membantu membuka pasar bagi para pelaku UMKM," ujarnya dalam keterangan di
Jakarta, Rabu.
Menteri Erick bersama Menteri Investasi Bahlil
Lahadalia membagikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada 550 pelaku usaha UMKM
perseorangan di Solo, Jawa Tengah, Rabu.
Pembagian NIB, kata Erick, merupakan bentuk
kolaborasi kementerian dalam mendukung kemajuan UMKM di Indonesia.
Menurutnya, kolaborasi ini penting karena
tidak mungkin kementerian bisa sukses menjalankan program sendiri-sendiri.
Erick menyebut keberpihakan kepada UMKM sesuai dengan Instruksi Presiden yang selalu menekankan bahwa basis pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan.
Ia menegaskan komitmen BUMN dalam mengedepankan UMKM
mendapatkan porsi besar tanpa menafikan peran perusahaan-perusahaan besar yang
menjadi pemain global.
"Jadi ada keseimbangan dan kesinambungan. Ekonomi kita ini perlu keseimbangan seperti membuat kopi, ada kopi, air panas, gula, diaduk supaya merata dan enak. Ekonomi yang kita bangun harus seimbang," ucap Erick.
Presiden Joko Widodo, lanjut Erick, selalu menekankan Indonesia bukan negara kapitalis dan oligarki, melainkan negara dengan fondasi kuat yang didorong berdasarkan ekonomi kerakyatan dan UMKM. Pemerintah ingin menjadikan UMKM sebagai rantai pasok yang berkesinambungan untuk para pemain global Indonesia.
"Jadi nggak bisa berdiri sendiri kalau di
antara kementerian tidak berkolaborasi dan kami tentu tidak jeruk makan jeruk,
tugas Pak Bahlil, Pak Teten, Kadin, saya ambil, tidak," ungkap Erick.
Ia menyampaikan bahwa BUMN tetap fokus pada
aspek pembiayaan dan pendampingan dan membantu membuka pasar bagi para pelaku
UMKM.
Erick mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo
menargetkan proporsi pembiayaan untuk UMKM pada tahun 2024 mencapai 30 persen dan
terus meningkat hingga 50 persen.
Pemerintah
tak ingin porsi pembiayaan untuk UMKM Indonesia kalah dengan tetangga, yakni
Malaysia dan Singapura.
Erick mengatakan pemerintah memastikan kredit usaha rakyat untuk UMKM tahun ini mencapai Rp338 triliun atau naik dari Rp260 triliun.
Ia meyakini melalui proses yang dimudahkan dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang selama ini pembiayaan UMKM sulit mendapatkan data dan sekarang lebih terbuka untuk dapatkan data, sehingga tepat sasaran.
Erick optimistis sistem OSS dapat berjalan
optimal. Holding ultra mikro yang terdiri atas BRI, PNM, dan Pegadaian mampu
menumbuhkan 7,1 juta lapangan kerja dengan pembiayaan Rp1 juta hingga Rp4 juta
tanpa agunan kepada nasabah PNM Mekaar.
"Artinya kalau kita mau, kita bisa. Di
saat yang sulit kita buktikan ekonomi kita tumbuh. Insya Allah, kami sangat
terbuka dan terima kasih Telkom diberikan kesempatan jadi backbone OSS,"
pungkas Erick.
"Jangan karena keterbatasan dana mereka
membeli bahan baku untuk diolah tapi dengan kualitas yang rendah. Ini kita
lakukan," kata Menteri BUMN dalam keterangan tertulis, seperti dilansir
antaranews terkait kunjungan kerjanya ke
Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu
(3/7/2022).
Menteri Erick mencontohkan upaya Bank Mandiri
yang fokus untuk UMKM di perkotaan, untuk mendampingi warung-warung penerima
KUR yang biasa menjadi tempat makan para pekerja lepas.
Pendampingan perusahaan BUMN itu diharapkan
bisa meningkatkan kualitas hidangan di warung makan untuk menjaga kesehatan
para pekerja tersebut.
"Mayoritas warung di kota itu 60 persen
yang makan itu (pekerja) informal, artinya itu para pegawai yang kerja harian.
Kalau mereka sakit, artinya apa? Itu keluarganya enggak makan di hari
itu," katanya.
Selain itu, Menteri Erick Thohir memprediksi pada 2045, 73 persen
masyarakat Indonesia bakal berpindah dari desa ke kota, sehingga pembinaan UMKM
yang ada di perkotaan harus terus dilakukan.
"Bank Mandiri, kita fokuskan untuk
korporasi, tetapi bukan berarti karena dia fokus korporasi besar dia
meninggalkan UMKM, tidak. Bank Rakyat Indonesia (BRI) fokus pada UMKM di
pedesaan, Bank Mandiri fokus pada UMKM perkotaan," kata Erick Thohir.
Tahun ini, penyaluran KUR bagi pelaku UMKM di
Indonesia bisa mencapai Rp338 triliun. Dan penyaluran KUR baru mencapai sekitar
Rp260 triliun.
"Kita sekarang coba bertahap menargetkan sampai 30 persen (penyaluran KUR) dan kita berharap terus naik ke 50 persen dan ke depannya seperti negara tetangga," katanya menandaskan.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar